Tokoh Panji dalam Seni Rupa

  1. Wayang Beber

Aspek seni rupa dari Cerita Panji berkembang pesat dalam bentuk Wayang Beber. Berbagai upaya dilakukan untuk mereproduksi wayang beber asli yang sesuai pakem, membuat modifikasi, sampai dengan mengembangkan wayang beber yang sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Cerita Panji. Dan tentu saja, tidak selalu berhubungan dengan seni pertunjukan Wayang Beber. Pada buku “Selayang Pandang Wayang Beber” (1994) disebutkan, pada masa Amangkurat II (1667-1703) wayang beber dilukiskan lewat gambaran yang indah dan rumit, dan ditandai candrasangkala “Gawe serabi jinamah ing wong” (1614). Penggantinya, Sunan Mas (Amangkurat III) memerintahkan pengubahan tokoh Raden Panji Asmarabangun agar meniru busana Arjuna dalam wayang kulit. Pada masa Paku Buwono II (1740) pelukisan wayang beber dikurangi di bagian isen-isen (ornamen) hingga terkesan lebih klasik dan tidak rumit.

Balai Soedjatmoko, Solo, pernah menggelar pameran wayang beber, pementasan dan penerbitan buku, Maret 2013. Dalam pameran itu banyak ditampilkan para pelukis yang membuat lukisan dengan basis wayang beber, terutama Cerita Panji, yang sebagian merupakan karya seni rupa mandiri, bukan menjadi elemen seni pertunjukan. Diantaranya: Khambali (lahir 1970), Kuntadi Wasi Darmojo (1967),  Djoko Sri Yono, Ima Novilasari (1991), Hermin Istrianingsih (1953), Aklis Nuryadin (1968), Faris Wibisono (1992), Pudjiyanto,  Ratri Dewi Ramadhani (1993), Subandono, Sulistyo Widodo, Sutopo (1966), dan beberapa perupa lain yang menyajikan wayang beber non-Panji.

 

  1. Topeng

Reproduksi tokoh-tokoh Cerita Panji dalam bentuk topeng banyak dibuat sebagai kerajinan untuk kepentingan souvenir. Diantaranya, kelompok Topeng Dalang Sanggar Asmarabangun di Kedungmonggo, selain memiliki grup Topeng Dalang juga membuat topeng sebagai kerajinan. Topeng dibuat dalam bentuk seperti aslinya, namun juga bentuk mini.

 

  1. Lukisan

Cerita Panji dalam lukisan memang banyak dibuat dalam bentuk wayang beber sebagaimana dipamerkan di Balai Soedjatmoko (2013). Namun ada juga yang hanya menjadikan Cerita Panji dalam wayang beber sebagai inspirasinya, sebagaimana yang dilakukan oleh Musyafiq, mantan pegawai Bidang Kesenian Kanwil Dinas Pendidikan Jatim, kemudian kembali ke Klaten, asalnya. Meski sekilas lukisannya menunjukkan wayang beber, namun Musyafiq mengakui bahwa karyanya bukan repoduksi, melainkan lukisan ekspresif yang berbasis Cerita Panji dalam wayang beber.

 

  1. Patung Boneka

Patung boneka merupakan properti yang digunakan dalam pementasan Wayang Thengul (Bojonegoro). Selain diproduksi untuk kepentingan pertunjukan, wayang boneka (thengul) itu juga diproduksi sebagai kerajinan.

 

  1. Wayang Klithik/Krucil

Sebagaimana wayang boneka, wayang klithik merupakan properti yang digunakan dalam pementasan Wayang Klithik (Kediri, Nganjuk). Selain diproduksi untuk kepentingan pertunjukan, wayang Klithik itu juga diproduksi sebagai kerajinan.

 

  1. Komik

 

  1. Film Animasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *