Kediri Bumi Panji di Taman Budaya Jatim

IMG_1386SURABAYA: Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) ”Pesona Kediri Bumi Panji” dari Kabupaten Kediri diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya tanggal 19 – 20 Desember 2014. Dalam acara ini ditampilkan berbagai seni pertunjukan dengan tema Cerita Panji. Hal ini sejalan dengan klaim yang dilakukan oleh Kabupaten Kediri sebagai “Bumi Panji”.

Sebagaimana diketahui, Cerita Panji adalah sastra lisan klasik yang berasal dari Jatim dan menyebar ke berbagai daerah hingga sejumlah negara. Cerita Panji secara umum berkisah mengenai percintaan Panji Asmarabangun dari kerajaan Jenggala dan Dewi Sekartaji atau Candrakirana dari kerajaan Kadiri. Kisah cinta ini memiliki banyak varian dalam bentuk dongeng, cerita seni pertunjukan rakyat dan juga diabadikan dalam relief di sejumlah candi di Jatim. Dongeng Ande-Ande Lumut, Keong Mas, Timun Mas, Enthit dan Panji Laras adalah sebagian kecil dari varian Cerita Panji.

Tapi substansi dari cerita ini sebetulnya adalah kerinduan adanya penyatuan dua kubu (dalam hal ini dua kerajaan dan dua sosok manusia) yang sudah lama berpisah dan selalu berseteru tanpa ada ujung. Jadi bukan sekadar kisah cinta. Dalam konteks masa kini, Cerita Panji itu masih tetap relevan.

Karena cerita ini banyak mengambil setting kerajaan Kadiri maka kabupaten Kediri kemudian mengklaim sebagai Bumi Panji. Sementara Kota Kediri menyebut identitasnya sebagai Kota Panji.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Dr. Jarianto, MSi, menjelaskan, sesuai dengan temanya maka dalam GSBD ini disajikan seni terkait Panji, misalnya Bedaya Candra Kirana, Tari  Golek Kencono dan Tari Ketaman Asmoro Sekar Taji serta Pergelaran Drama Tari  “Legenda Panji Laras“ yang kesemuanya berlangsung hari Jum’at malam (19/12).

Hari kedua, Sabtu, acara dimulai sejak pagi, yaitu Lomba Peragaan Busana Ibu dan Anak Usia  PAUD, SD dan TK, Pergelaran  Jaranan  Senterewe, Pemutaran  Informasi Produk Unggulan dan penayangan selayang pandang Kabupaten Kediri serta ditutup dengan Pergelaran   “Langen  Tayub.”

Tari Golek Kencana berkisah mengenai perebutan terhadap dua boneka emas dan perak dari Panji Inukertapati, yang diberikan kepada Galuh Ajeng dan Candrakirana. Panji memang sengaja menguji, boneka emas itu dibungkus dengan kain jelek dan sebaliknya boneka perak dibungkus bagus. Lantaran sifat dengkinya, Galuh Ajeng memilih boneka dengan bungkus bagus.

Tari Ketaman Asmara adalah karya tari yang menyajikan indahnya kisah cinta dua anak manusia. Kalau tidak hati-hati, mabuk asmara itu bakal mendatangkan petaka.

Sedangkan sendratari Panji Laras bercerita mengenai sosok Panji Asmarabangun yang sudah menjadi raja di Kediri dan hidup damai dengan permaisuri Dewi Candra Kirana. Namun ada saja yang berbuat usil hingga akhirnya Panji mengusir permaisurinya meski dalam keadaan hamil. Dewi Candra Kirana akhirnya melahirkan di hutan, sampai suatu saat anaknya bertanya siapa ayahnya.

Sebagaimana biasa, GSBD ini juga disertai pameran kerajinan dan produk unggulan Kabupaten Kediri serta bazar kuliner. Semua acara ini terbuka untuk umum, gratis, bahkan disediakan banyak door prize.

Info lebih lanjut: Taman Budaya Jawa Timur, telp: 031 5342128.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *