Cerita Panji Diakui UNESCO sebagai MoW

Ilustrasi MoW
Setelah resmi didaftarkan tahun 2016, akhirnya Cerita Panji ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai “Ingatan Dunia” atau Memory of the World (MoW). Hal ini tercantum dalam situs resmi Memory of the World – UNESCO tertanggal 31 Oktober 2017.

Dengan demikian penetapan ini menambah jumlah MoW yang sudah didapatkan Indonesia yaitu Arsip-arsip Dutch East India Company – VOC (2003), Naskah I La Galigo (2011), Naskah Babad Diponegoro (2013), Negara Krtagama (2013) dan Arsip-arsip Konferensi Asia Afrika (2015). Bahkan, bersamaan dengan ditetapkannya Cerita Panji sebagai MoW sebetulnya tahun 2017 ini Unesco juga menetapkan Arsip-arsip Konservasi Borobudur, dan Arsip-arsip Tsunami di Samudra Hindia.

Sebagaimana naskah-naskah lainnya, tentu saja penetapan Cerita Panji tersebut bukan hanya untuk Indonesia saja, karena Cerita Panji memang diajukan bersama oleh Indonesia, Kamboja, Nederland, Malaysia dan Inggris. Sayang sekali Thailand yang memiliki banyak koleksi naskah Panji mengundurkan diri dalam pengajuan bersama ini.

Dalam situsnya, Unesco mendeskripsikan Cerita Panji sebagai dongeng dari abad ke-13 mengenai petualangan Pangeran Panji, seorang pahlawan Jawa yang mencari sang kekasih Puteri Candra Kirana. Hal itu dilakukan dalam berbagai penyamaran dengan berbagai nama yang berbeda sebelum akhirnya mereka berkumpul kembali. Cerita Panji menandai bahwa perkembangan Sastra Jawa yang tidak lagi dibayangi oleh India dengan epos besar Ramayana dan Mahabharata yang sudah dikenal di Jawa dari abad 12. Pada masa kerajaan Majapahit (abad 14-15). Cerita Panji sangat populer, disebarkan oleh para pedagang melalui perjalanan laut dari pulau Jawa ke Bali, Melayu, Thailand, Myanmar, Kamboja dan mungkin Filipina.

Cerita Panji menjadi salah satu karya yang populer dalam literatur di Asia Tenggara selama abad 17 – 18. Pengaruh Cerita Panji telah dijelaskan oleh Adrian Vickers dalam “Panji sebuah peradaban di kawasan Asia Tenggara”. Penyebaran Cerita Panji yang lebih luas sebagai sastra tradisi dan budaya yang tersebar di luar pulau Jawa hingga ke Asia Tenggara dan tetap menjadi literatur lokal yang unik dan merupakan khasanah budaya.

Berita yang serupa juga dilansir oleh situs Perpustakaan Universitas Leiden, yang menyebutkan bahwa Cerita Panji merupakan koleksi unik yang terdiri dari lebih 250 cerita lama/kuno mengenai mitologi Jawa Pangeran Panji yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Leiden (UBL). Selama ini UBL juga memiliki 2 (dua) dokumen yang termasuk dalam pendataan UNESCO: yaitu La Galigo (2011) dan Babad Diponegoro (2013).

Demi penyelamatan dan penyebaran naskah-naskah Panji, Universitas Leiden juga mengampanyekan upaya untuk melakukan digitalisasi Cerita Panji agar dapat diakses di seluruh dunia dengan gratis untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. UBL telah memulai kampanye penggalangan dana ini untuk membantu digitalisasi Cerita Panji.
Saat ini, Cerita Panji hanya dapat dicari di koleksi-koleksi spesial ruang baca di perpustakaan. Kajian mengenai teks ini telah mendorong banyak wawasan baru mengenai sejarah, sastra, dan budaya Asia Tenggara. Digitalisasi naskah-naskah kuno memang merupakan pekerjaan yang mahal dan memakan waktu. Tetapi dengan bantuan keuangan dari khalayak, Cerita-cerita Panji dapat menjadi mudah diakses.

Website spesial Panji telah disediakan untuk kampanye penggalangan dana ini, dimana tersedia informasi mengenai latar belakangnya, sebuah film oleh ahli Panji Dr Roger Tol, dan menawarkan kemungkinan untuk membuat donasi untuk membantu digitalisasi naskah-naskah tersebut. (hnr, LR)

Sumber:
– http://www.unesco.org/new/en/communication-and-information/memory-of-the-world/register/access-by-region-and-country/id
– https://www.library.universiteitleiden.nl/news/2017/10/panji-tales-awarded-the-status-of-world-heritage-by-unesco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *